Pandak, Rabu (9/05/2012) jam 8 pagi sebagian wilayah Desa Pandak penuh asap. Asap
bukan sembarang asap, itulah asap untuk membasmi nyamuk pembawa
penyakit Demam Berdarah. Masyarakatpun antusias dengan adanya pengasapan atau fogging sebagai upaya pencegahan penyakit Demam berdarah tersebut.
Bermula dari meninggalnya anak kecil diwilayah RT.04 Rw.02 yang
positip terinfeksi demam berdarah maka samapai jarak 200 meter dari
rumah atau tempat tinggal anak tersebut meninggal dunia di fogging atau
dengan istilah lain dilakukan pengasapan. Pengasapan atau Fogging
tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dengan didampingi dari
Puskesmas Baturraden, Bidan Desa, Perangkat Desa juga Karnag Taruna.
Eki (5th) anak yang terjangkit DBD bukanlah penduduk Desa Pandak
namun bersekolah di Tk Pertiwi Pandak dan kadang tinggal di pandak tapi
kadang juga ditempat tinggal asalnya di Kelurahan Kranji Purwokerto.
Sehingga disinyalir anak tersebut terjangkit DBD bukan di Pandak
karena Pandak bukanlah epidemi nyamuk Demam Berdarah (DBD) tapi
bagaimanapun juga untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan
akhirnya disekitar tempat tinggal anak tersebu sampai radius 200 meter
di lakukan pengasapan dan akan dilakukan pengasapan kedua tanggal 16
Mei 2012. ( gto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar